Selasa, 16 April 2013

perang nuklir jaman purba

FAKTA ILMIAH ADANYA PERANG MAHABHARATA (PERANG NUKLIR ZAMAN PRASEJARAH?)


Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa ±5000 tahun yang silam.
Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya.
Spekulasi baru dengan berani menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang nuklir! Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini: bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana (sarana terbang yang mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh. seperti hujan lebat yang kencang, mengepungi musuh, dan kekuatannya sangat dahsyat.
Dalam sekejap, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus..wuuus.. disertai dengan debu pasir. Burung-burung bercicit panik seolah-olah langit runtuh, bumi merekah. Matahari seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.
Jika akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu radioaktif.
Gambaran yang dilukiskan pada perang dunia ke-2 antara Rama dan Rahwana lebih membuat orang berdiri bulu romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke ketiga kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.
Banyak spekulasi bermunculan dari peristiwa ini, diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!
Tapi, benarkah demikian yang terjadi sebenarnya? Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti masa kita ini ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir? Sedangkan masa sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa prasejarah dimana peradaban Sumeria dianggap peradaban tertua didunia tidak ditemukan kemajuan semacam ini?
Namun selama ini terdapat berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.
Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno, dan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan.
# Penelusuran fakta ilmiah
Akhir-akhir ini perhatian saya tertuju pada sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki zaman nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu. Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami masa keemasan antara tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM.
Atlantis memiliki wilayah mulai dari Mediteranian hingga pegunungan Andes di seberang Samudra Atlantis sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga Asia Tengah. Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) hingga kini belum bisa diterjemahkan dan para ahli memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari peradaban tertua yang selama ini diyakini manusia (4000 SM). Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya ‘Seven Rishi City’ yg salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).
Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala, dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.
Yang membuat orang tidak habis pikir, sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan Weimana-nya itu?
Ada beberapa penelitian yang berusaha menguak tabir misteri kehidupan manusia di masa lampau ini. Tentang bagaimana kehidupan sosial hingga kemajuan ilmu dan teknologi mereka. Beberapa waktu belakangan banyak hasil penelitian yang mengejutkan. Dan dari berbagai sumber yang telah saya pelajari, secara umum penggambaran melalui berbagai macam teori dan penelitian mengenai subyek ini telah pula memberikan beberapa bahan kajian yang menarik, antara lain adalah:
Permulaan sebelum dua milyar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini teryata telah terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang demikian maju namun akhirnya menuju pada sebuah kebinasaan? Dan penyebab kebinasaan itu adalah tiada lain akibat peperangan yang pernah terjadi.
Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan (30.000-15.000 SM). Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir. Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).
Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata nuklir.
Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar. Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.
Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari ‘wahana terbang’ yang disebut ‘Vimana’ yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir (Foto: relief jenis pesawat di Piramida Mesir di bawah ini) dan Amerika Selatan.
relief pesawat terbang dan helikopter di Mesir
Foto: relief jenis pesawat di Piramida Mesir
Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India, para arkeolog menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 °C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.
Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan didalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.
Bukti ilmiah peradaban Veda. Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan fosil-fosil maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu telah terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh Michael Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari Amerika, dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun.
Dari berbagai belahan dunia termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human Race, Human Devolution: A Vedic alternative to Darwin’s Theory, terbitan tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang lebih rendah.
Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah. Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya merupakan suatu peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba. Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.
Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4.320.000 tahun merupakan suatu sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip dharma.
Perang Bharatayuda. Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin menentukan tanggal yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai berikut:
* Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM
* Bhishma pulang ke dunia rohani sekitar 17 Januari 3066 SM
* Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati pada bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM
Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 3067 SM
Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM.
Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di kalkulasi.
* Kota kuno Dvaraka. Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan “marine archaeology” dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.
* Sungai Sarasvati. Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang telah mengering, namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air di wilayah Pakistan yang bermuara ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra.
* Jembatan Alengka. Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya jembatan mistrius yang menghubungkan Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) sepanjang 30 Km, dengan lebar sekitar 100 m, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan umur sekitar 1.750.000 tahun. Angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.
jembatan ramayana 2
Sri Rama Bridge 1
Sri Rama Bridge 2
Foto: Sri Rama Bridge hasil pantauan NASA
Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut) dengan lebar hampir 100 m.
Tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon.
peta Oklo
Foto: Peta Oklo, Republik Gabon
oklo15_curtin
2004-05-Oklo
Foto: bekas Reaktor Nuklir Berusia 2 Milyar Tahun di Oklo, Republik Gabon.
* Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!
Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua milyar tahun yang lalu setelah adanya bukti data geologi dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.
Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.
Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.
Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif. Masa primitif ini berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.
Lagi-lagi perang dan haus kekuasaanlah yang mengakibatkan manusia menjadi terpuruk. Dan hal ini patut kita renungkan lebih seksama sebagai buah pelajaran bahwa mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini?
Saudaraku, sebagai manusia sekarang, jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang tentu kita pun tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu. Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip? Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam sebagai upaya tidak mengulangi kesalahan fatal yang pernah dilakukan.

manusia purba

Sejarah Pengertian dan Ciri Ciri Manusia Purba | Zaman Prasejarah

Sejarah Pengertian dan Ciri Ciri Manusia Purba
Kehidupan Manusia Purba

Di zaman dahulu kala kira kira pada zaman plestosin sekitar 1,9 juta tahun yang lalu, di Indonesia telah dihuni oleh manusia. Nah .. Manusia yang hidup pada zaman itulah yang disebut sebagai Manusia Purba. Jadi yang dimaksud dengan manusia purba yaitu manusia yang hidup pada zamanpurba/zaman prasejarah/zaman pra-aksara/zaman nirleka. Selanjutnya berikut di bawah ini ciri-ciri manusia purba:
  • Berjalan tegak dengan menggunakan kedua kakinya
  • Memiliki akal dan volume otak yang lebih besar daripada primata lain.
  • Mengenal bahasa/ dapat berbicara.
  • Hidup berkelompok dan mengenal pembagian tugas/kerja.
  • Memiliki peradaban.
Bagaimanakah cara mengetahui dan meyakinkan adanya manusia purba itu sendiri? Keberadaan manusia purba dapat diketahui dari fosil-fosil yang ditemukan. Fosil adalah sisa-sisa tumbuhan, hewan, dan bekas kerangka manusia yang sudah membatu. Para ahli sejarah berusaha merekonstruksikan bentuk dan cara hidup manusia pada saat itu dengan melakukan penggalian pada lapisan tanah. Sumber-sumber informasi tentang kehidupan purba masa itu dapat kita ketahui dari:
  • Hasil penggalian fosil. Fosil yang dapat memberi petunjuk tantang kehidupan manusia masa purba dan sebagainya disebut fosil pandu atau leitfosil.
  • Tempat perlindungan di bawah karang (abris sous Roche) yang ditemukan di teluk Triton (Irian Jaya), Pulau Seram, dan di Sulawesi Selatan.
  • Dapur sampah (kjokkenmoddinger) yang ditemukan di Medan (Sumatra Utara), dan Langsa (Aceh).
  • Alat-alat yang digunakan oleh manusia purba (artefak) seperti beliung persegi, kapak lonjong, kapak genggam, serpih, alat pemukul kayu dan lain-lain.
Nah sekarang temen temen sekalian sudah mengerti apa Manusia Purba itu kan....Semoga yang sedikit ini dapat menambah wawasan anda dan juga bermanfaat bagi sobat sekalian. Salam fikhaa

atmosfer pada zaman purba

Keadaan Atmosfer Bumi Jaman Purba

http://asalasah.blogspot.com/2012/03/keadaan-atmosfer-bumi-jaman-purba.html


Bukan hanya tulang belulang saja yang bisa menjadi fosil. Baru-baru ini, para ilmuwan telah meneliti sebuah jejak hujan yang menjadi fosil.hujan itu terjadi sekira 2,7 miliar tahun yang lalu dan tercetak pada batu purba di Afrika Selatan. Jejak hujan purba tersebut memberi petunjuk tentang kondisi awal atmosfer Bumi.Pada masa purba itu, Matahari bersinar 30 persen lebih redup. 

Suasana jauh lebih dingin ketimbang sekarang, dan mengindikasikan bahwa Bumi dalam keadaan membeku.Para ilmuwan juga mengatakan bahwa atmosfer lebih tebal dan memiliki konsentrasi gas rumah kaca yang tinggi. Atmosfer purba penuh dengan gas rumah kaca untuk membantu menghangatkan Bumi."Karena Matahari saat itu jauh lebih redup, Bumi akan membeku jika memiliki kondisi atmosfer yang sama dengan saat ini," terang Sanjoy Som, peneliti di NASA Ames Research Center.

Selain itu, penelitian juga membandingkan kecepatan jatuh hujan purba dengan hujan di masa kini. Pada masa kini, butiran hujan bisa berukuran sekira seperempat inci. Kecepatan jatuhnya sekira sembilan meter per detik.Atmosfer yang lebih tebal di zaman purba menimbulkan hambatan yang lebih besar pada hujan. Kecepatan jatuhnya jadi lebih lambat. Hal ini berarti ukuran butiran hujna serupa dengan yang masa sekarang, akan membentuk jejak yang lebih kecil.Berdasarkan ukuran jejak tersebut, para peneliti bisa mengatakan bahwa atmosfer yang menciptakan hujan purba, tidak sampai dua kali lipat lebih tebal ketimbang di masa sekarang. 
sumber: asalasah.blogspot.com/2012/10/keadaan-atmosfer-bumi-jaman-purba.html

buaya purba

7 Jenis Buaya yang Hidup di Jaman Purba



7 Jenis Buaya yang Hidup di Jaman Purba - Buaya, mungkin agak jarang kita lihat kecuali saat kita mengunjungi kebun binatang atau kebetulan kamu tinggal di daerah yang memiliki habitat buaya, salah satu predator terganas di muka bumi ini adalah salah satu seleksi alam paling kejam, dimana saudara-saudara sereptilnya musnah dan punah disaat asteroid raksasa menghantam bumi 65 juta tahun yang lalu mahluk ini secara luar biasa mampu bertahan hingga sekarang.

1. BoarCroc (Kaprosuchus saharicus)



Kaprosuchus adalah sebuah genus yang telah punah dari mahajangasuchid crocodyliform. Hal ini diketahui dari tengkorak yang ditemukan di Upper Cretaceous Echkar Formation di Niger.Namanya yang berarti “BoarCroc” dari bahasa Yunani kapros (“babi hutan”) dan souchos (“buaya”) mengacu pada gigi yang luar biasa besar yg berbentuk taring yang mirip dengan babi hutan. Buaya ini telah dijuluki “BoarCroc” oleh Paul Sereno dan Hans Larsson yang genusnya pertama kali dijelaskan di dalam monografi yang diterbitkan dalam ZooKeys pada tahun 2009 bersama dengan crocodyliformes Sahara lainnya seperti Anatosuchus dan Laganosuchus.

Kaprosuchus diperkirakan memiliki panjang sekitar 6 meter.Buaya ini memiliki tiga set gigi yang seperti gading yg berbentuk taring yang ada di bagian atas dan di bawah tengkorak, jenis gigi ini tidak terlihat dalam crocodyliform lain yang sudah dikenal.Karakteristik lain yang unik dari Kaprosuchus adalah adanya tanduk berkerut terbentuk dari tulang squamosal dan parietal yang keluar dari tengkoraknya.
2. SuperCroc (Sarcosuchus imperator)


Para ilmuwan telah menggali sisa-sisa satu buaya kuno sepanjang bus kota dengan berat seukuran ikan paus kecil. Makhluk raksasa ini hidup 110 juta tahun yang lalu, di masa Cretaceous, tumbuh sepanjang 40 kaki (12 meter) dan beratnya sebanyak delapan ton metrik (17.500 Pon). Rahangnya sendiri hampir sepanjang enam kaki (1,8 meter) dan mempunyai lebih dari 100 gigi yang begitu kuat bahkan makhluk ini mungkin memakan dinosaurus kecil serta ikan.

3. RatCroc (Araripesuchus rattoides)


Fossil-nya ditemukan di Maroko.Panjangnya tiga kaki.Mempunyai sepasang gigi di rahang bawahnya untuk menggali untuk mencari makanan. buaya purba ini lebih mirip seperti cicak besar dari pada buaya. tapi perbedaanya terletak pada struktur gigi yang seperti buaya.
4. PancakeCroc (Laganosuchus thaumastos)


Pada panjang 20 kaki, PancakeCroc sama besarnya dengan buaya terbesar yang hidup sekarang ini.Tapi kedua rahangnya benar-benar tipis, rapuh, dan kurang bertenaga. Karena rahangnya tidak cukup kuat untuk berkelahi dengan mangsanya, Paul Sereno percaya dia makan di bawah air, hanya dengan membuka mulutnya dan menunggu mangsanya datang.
5. SuperCroc (Sarcosuchus imperator)


Para ilmuwan telah menggali sisa-sisa satu buaya kuno sepanjang bus kota dengan berat seukuran ikan paus kecil. Makhluk raksasa ini hidup 110 juta tahun yang lalu, di masa Cretaceous, tumbuh sepanjang 40 kaki (12 meter) dan beratnya sebanyak delapan ton metrik (17.500 Pon). Rahangnya sendiri hampir sepanjang enam kaki (1,8 meter) dan mempunyai lebih dari 100 gigi yang begitu kuat bahkan makhluk ini mungkin memakan dinosaurus kecil serta ikan.

5. DogCroc (Araripesuchus wegeneri)


Makhluk ini terlihat aneh, kurus, dan tampak seperti anjing berkulit tebal. Mereka mengendus tanah saat mereka pergi, dan juga mengendus udara dengan hidungnya. DogCroc adalah ahli melarikan diri- siap untuk berenang menjauh dari dinosaurus atau lari dari buaya lain. Seperti DuckCroc, DogCroc memiliki otak besar untuk berpikir, dan merasakan.
7. Deinosuchus rugosus


Deinosuchus adalah buaya dengan rahang besar serta menjadi makhluk terbesar yang menjelajahi daratan dan perairan yang pernah ada di dunia. Mesin pembunuh raksasa purba ini bersembunyi di rawa yang lebat di Amerika Utara lebih dari 65 juta tahun yang lalu. Dengan rahang sepanjang badan manusia, ia dapat dengan mudah membunuh dinosaurus dengan bobot beberapa ton. Dengan mudah kita dapat membayangkan bagaimana makhluk buas ini menarik dinosaurus besar ke air untuk menenggelamkannya, lalu membunuhnya dengan gigitan yang mematikan. bagian dari makhluk ini telah ditemukan. Para ilmuwan memperkirakan ukuran dari makhluk ini berdasarkan tengkorak yang telah ditemukan di Texas.
Info
  • Panjang : 12 – 15 meter, termasuk 1.8 meter rahang
  • Bobot : 5 ton
  • Makanan : Hewan besar, termasuk dinosaurus
  • Deinosuchus hidup di akhir zaman Cretaceous, di rawa-rawa di sebagian besar tempat yang sekarang adalah Amerika Utara. Pemburu fosil telah menemukan sebagian kerangka dari buaya purba ini di Montana dan Texas.
Fakta Lain
  • Deinosuchus adalah salah satu dari keturunan reptil buaya purba yang memiliki struktur tubuh yang sama dari sejak zaman Jurassic (sekitar 150 juta tahun yang lalu) hingga kini.
  • Seperti halnya dengan buaya moderen, Deinosuchus menelan bebatuan sebagai pemberat untuk menyeimbangkan daya apung tubuhnya dan membantunya untuk tetap didalam air saat mengincar mangsanya.
  • Deinosuchus juga dikenal dengan nama Probosuchus, yang artinya ‘buaya menyeramkan’.
  • Berdasarkan pengkajian yang mendalam atas kerangkanya – dengan menghitung cincin pertumbuhan seperti cincin pada sebuah pohon – para ahli memperkirakan bahwa Deinosuchus membutuhkan waktu 35 tahun untuk tumbuh mencapai ukuran dewasanya.
bedanya Dinosuchus sama Sarcosuchus (SuperCroc) itu kalo Deinosuchus hidup di rawa2, kalo SuperCroc hidup di sungai & laut dangkal, kalo dari ukuran gk beda jauh .
sumber:http://www.zonaikan.com/2013/01/7-jenis-buaya-yang-hidup-di-jaman-purba.html

makanan



Pare Isi Ayam Udang

Bahan:
4 buah pare
Bahan isi:
100 g daging ayam giling
50 g udang kupas, cincang halus
1/2 batang daun bawang, iris halus
1 siung bawang putih, cincang halus
1 butir telur
1/2 sdt garam
1/2 sdt kecap asin
1/4 sdt merica bubuk
4 sdm tepung tapioka

Cara membuat:
1. Isi: Campur semua bahan isi, aduk rata.
2. Cuci pare, masing-masing potong menjadi 4 bagian, buang bijinya.
3. Ambil sepotong pare, beri isi hingga penuh.
4. Ulangi langkah 3 hingga pare dan adonan isi habis.
5. Kukus selama 25 menit hingga matang.
6. Angkat, sajikan bersama saus sambal dan saus tomat.
sumber:

Senin, 15 April 2013

indonesia menangis




     
 
tragedi tsunami di aceh,pada 24 Desember 2004,
indonesia menangis,,
dan inilah foto"dari para pahlawan bangsa yang rela manjadi relawan









dan inilah foto korban tsunami

khasiat madu

15 Khasiat Madu bagi Kesehatan

Madu adalah manisan alami. Madu banyak digunakan sebagai pemanis, penambah citarasa, dan sebagai obat. Karena citarasanya yang lezat, madu merupakan bahan obat yang nikmat. Banyak penelitian membuktikan bahwa madu mengandung nutrisi yang sangat berkhasiat bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaat madu untuk kesehatan.

1. Sumber Energi

Satu sendok makan madu mengandung sekitar 64 kalori. Bandingkan dengan satu sendok gula pasir yang mengandung hanya 15 kalori. Oleh karena itu madu bisa menjadi salah satu sumber energi dalam bentuk olahan makanan atau minuman. Karbohidrat dalam madu lebih mudah dicerna menjadi glukosa, sehingga membantu orang yang memiliki perut sensitif.
2. Suplemen Vitamin dan Mineral
Madu mengandung berbagai vitamin dan mineral penting bagi tubuh. Kadar vitamin dan mineral umumnya tergantung pada jenis lebah penghasil madu dan jenis-jenis bunga yang dikonsumsi lebah madu tersebut. Umumnya madu mengandung vitamin B1, B2, B5, vitamin C, kalsium dan zat besi.
3. Antioksidan
Madu mengandung nutrisi yang berkhasiat (nutraceutical), yang efektif menghilangkan radikal bebas dari tubuh. Sifat antioksidan ini meningkatkan kekebalan tubuh.
4. Anti-Bakteri dan Anti-Jamur
Madu memiliki sifat anti bakteri dan anti jamur sehingga bisa digunakan sebagai anti-septik. Madu asli tidak akan basi atau berjamur.
5. Membantu Mengurangi Berat Badan
Meskipun madu mengandung kalori lebih banyak dari gula, jika madu diminum dengan air hangat akan membantu mencerna lemak yang tersimpan dalam tubuh.
6. Meningkatkan Kemampuan Olahragawan
Madu merupakan bahan makanan ergogenik yang meningkatkan kemampuan para olahragawan. Madu membantu mempertahankan kadar glukosa darah, memulihkan kekuatan otot, dan memulihkan glikogen setelah berolahraga.
7.  Membantu Menyembuhkan Luka
Madu dapat membantu menyembuhkan luka. Hal ini dikarenakan madu memiliki sifat anti miklrobial ( anti-bakteri dan anti-jamur) dan meningkatkan respon kekebalan tubuh dengan menyediakan glukosa bagi sel darah putih.
8. Membantu Menyembuhkan Jerawat
Jerawat adalah radang pada permukaan kulit yang biasanya berasal dari penyumbatan pori kulit yang terinfeksi. Madu memiliki bahan antimicrobial yang menyembuhkan infeksi akibat bakteri, termasuk bakteri yang dapat menimbulkan jerawat.
9. Menghaluskan Kulit
Madu dikenal berkhasiat menghaluskan kulit baik dari dalam (dikonsumsi) maupun dari luar (dioleskan langsung di kulit). Madu berkhasiat menghilangkan gangguan kesehatan pada kulit seperti kulit terbakar, luka, bekas jerawat, tergores dsb. Madu mengandung vitamin, mineral, dan asam amino yang memberi nutrisi pada kulit. Madu juga menyediakan antioksidan yang melawan radikal bebas dan penuaan sel. Madu juga membantu menjaga kelembaban kulit bagi kulit yang cenderung kering.
10. Membantu Pencernaan
Beberapa jenis madu mengandung bakteri baik berupa viable lactobacilli (6 species) dan bifidobacteria (4 species), yang membantu pencernaan.Madu juga mengandung karbohidrat kompleks yang merupakan prebiotik yang memacu pertumbuhan bakteri baik pada usus. Madu juga mengandung beberapa jenis enzim yang membantu pencernaan.
11. Mengendalikan Glukosa Darah
Madu mengandung gula sederhana berupa kombiasi glukosa dan fruktosa yang dapat membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Beberapa jenis madu mengandung angka indeks glikemik rendah sehingga aman bagi penderita diabetes.

12. Menghilangkan Ketombe

Ketombe seringkali disebabkan gangguan kulit biasa yang kebetulan terjadi pada kulit kepala. Madu dapat menjadi obat penghilang ketombe karena madu memiliki sifat anti-mikrobial dan dapat berlaku sebagai conditioner alami yang membantu merawat kulit kepala dan rambut.
13. Membantu Tidur Nyenyak
Madu telah lama dikenal sebagai obat alami yang membantu tidur nyenyak bagi orang yang susah tidur (insomnia). Madu mengandung vitamin, mineral dan asam amino yang bersifat sedatif (menenangkan sistem syaraf).
14. Mengobati Radang Tenggorokan
Madu membantu penderita radang tenggorokan dengan melapisi permukaan tenggorokan yang terkena radang dan bekerja sebagai antibiotik alami yang melawan infeksi pada tenggorokan.
15. Mengobati Sakit Gigi dan Napas Bau
Madu efektif dalam mengobati sakit gigi dan menghilangkan bau napas tak sedap. Hal ini karena madu memiliki sifat anti microbial yang dapat membunuh bakteri dan jamur penyebab masalah gigi dan napas bau.